English EN Indonesian ID

Tim Iney Poltekkes Kemenkes Bengkulu Perkuat Intervensi Spesifik Stunting di Bengkulu Utara: Dorong Inovasi “Germate” dan Optimalisasi PMT Lokal

BENGKULU UTARA (5 Juni 2026) – Dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan intervensi spesifik, Tim Iney Poltekkes Kemenkes Bengkulu melakukan pendampingan terpadu di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Durian, Kabupaten Bengkulu Utara. Kegiatan yang dipusatkan di Posyandu Bangun Harjo, Desa Banyumas Baru ini menyasar dua kelompok krusial: balita dan ibu hamil.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara, petugas puskesmas (Gizi, KIA, Promkes, Imunisasi, Lansia), bidan desa, hingga perangkat desa yang terdiri dari Kepala Desa, Ketua TP-PKK, dan kader Posyandu.
Berdasarkan data aplikasi SIGIZI KESGA Triwulan I tahun 2026, praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) di wilayah ini tercatat mencapai 60% dengan kualitas MP-ASI yang sudah terkategori 100% baik. Tim pendamping menekankan pentingnya respons cepat terhadap balita bermasalah gizi. Tim Iney memberikan pendampingan teknis terkait penyelenggaraan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal yang sesuai standar. Hal ini mencakup penyusunan siklus menu, pemantauan kenaikan berat badan (BB), serta evaluasi daya terima balita terhadap menu yang disajikan. Satu hal yang menarik perhatian adalah adanya inovasi lokal bernama “Germate” (Gerakan Makan Tahu, Tempe, dan Tauge). Inovasi ini didorong sebagai solusi pemenuhan protein nabati yang terjangkau dan mudah didapat oleh masyarakat untuk mendukung pertumbuhan balita.
Selain balita, pemantauan juga dilakukan terhadap sasaran Ibu Hamil (Bumil). Mengingat data Antenatal Care (ANC) 6 kali pada Triwulan I belum terinput maksimal di sistem dan tim memastikan ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) mendapatkan PMT lokal.
Strategi yang diterapkan dalam penyediaan PMT lokal bagi bumil KEK adalah memadukan menu PMT Bumil KEK dengan menu keluarga agar lebih berkelanjutan dan mudah diterima, meskipun hanya ditemukan satu kasus di wilayah tersebut
Keberhasilan intervensi di Desa Banyumas Baru ini tidak lepas dari dukungan regulasi dan anggaran. Terungkap bahwa Dana Desa telah disalurkan secara aktif untuk mendukung PMT Penyuluhan. Selain itu, terdapat dukungan tambahan berupa bantuan PMT untuk ibu hamil yang bersumber dari pihak legislatif (anggota DPD), yang menunjukkan adanya kepedulian multisektoral terhadap isu gizi.
Melalui pendampingan ini, Tim Iney Poltekkes Kemenkes Bengkulu berharap sistem pencatatan dan pelaporan digital dapat semakin tertib, sehingga setiap kasus pertumbuhan balita yang tidak optimal dapat segera terdeteksi dan diintervensi tanpa menunggu waktu lama.(MRA)

Previous Pendampingan Perencanaan PMT Lokal untuk Percepatan Penurunan Stunting melalui Program INEY di Kabupaten Bengkulu Utara

Leave Your Comment

Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepda Masyarakat © 2023. Poltekkes Kemenkes Bengkulu