Pada tanggal 22 Mei 2026 telah dilaksanakan kegiatan advokasi dalam rangka pendampingan intervensi gizi spesifik oleh Poltekkes Kemenkes Bengkulu melalui Tim INEY bertempat di Puskesmas Tunas Harapan Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 pemangku kepentingan lintas sektor yang memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan program percepatan perbaikan gizi masyarakat.
Kegiatan advokasi ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen, koordinasi, dan sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan intervensi gizi spesifik, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan masalah gizi di wilayah kerja Puskesmas Tunas Harapan. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan mendapat antusiasme yang baik dari seluruh peserta yang hadir.
Dalam kegiatan ini, Tim INEY bertindak sebagai narasumber dengan menyampaikan materi terkait pentingnya intervensi gizi spesifik, strategi percepatan penurunan masalah gizi, serta penguatan peran lintas sektor dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Selain itu, Tim INEY juga melakukan pendampingan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan penyuluhan kepada peserta sebagai bentuk edukasi dalam peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pemenuhan gizi yang tepat, khususnya bagi ibu dan anak.
Kegiatan turut dihadiri oleh sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kabupaten Rejang Lebong, Subkoordinator Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, PJ Program Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Subkoordinator Promkes Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Kepala Kecamatan Curup Utara, Kepala KUA Curup Utara, Tenaga Ahli Pendamping Dana Desa Kecamatan Curup Utara, Kepala Desa Dusun Tengah, Kepala Desa Tabarenah, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Rejang Lebong, Ketua TP PKK Desa Dusun Sawah, Ketua TP PKK Desa Tabarenah, Kepala Puskesmas Tunas Harapan, PJ Gizi PKM Tunas Harapan, PJ Promkes PKM Tunas Harapan, PJ UKS PKM Tunas Harapan, PJ Imunisasi PKM Tunas Harapan, serta PJ Ibu dan Anak PKM Tunas Harapan.
Melalui kegiatan advokasi dan pendampingan ini diharapkan tercipta komitmen bersama antar pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan intervensi gizi spesifik secara berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan status gizi dan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong.(AFR)